Dalamhal ini, Blibli berkontribusi 12% dari total sampah, terdiri dari 50 kg sampah botol plastik dan 128 kg sampah kardus. Upaya ini juga dilakukan sebagai bentuk dukungan Blibli terhadap kampanye Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022 di bulan ini yang mengangkat tema "Hanya Satu Bumi".
Kalausudah ada persiapan maka semestinya tidak terjadi penumpukan tugas yang justru memberatkan anak-anak. Semestinya ada juknis (petunjuk teknis) dan juklak (petunjuk pelaksaan) seperti apa belajar di rumah dengan metode daring. Misalnya: (1) Dalam memberikan tugas kepada siswa harus terukur dikerjakan maksimal 30 menit, tidak boleh lebih.
memilikiketerampilan teknologi tepat guna sederhana yang memadai. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk : 1) Meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan Di desa ini belum terlihat adanya kegiatan industri rumah tangga kardus bekas, kain penutup dan pisau. Bahan-bahan yang diguanakan adalah sekam, dedak
Vay Tiền Nhanh. Berbagi informasi dan menginspirasi dengan berita terupdate saat ini Primary Navigation Menu Menu Home Kesehatan Lifestyle Traveling Gadget Olahraga Property Teknologi Blog Kontak Kami Terms and Conditions Privacy Policy Disclaimer Contoh Teknologi Tepat Guna Pramuka 2023-05-17 Pramuka adalah organisasi yang memiliki tujuan untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial. Salah satu cara yang dilakukan oleh Pramuka untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan mengajarkan teknologi tepat guna kepada para anggota Pramuka. Definisi Teknologi Tepat Guna Teknologi tepat guna adalah teknologi yang sederhana, murah,Continue Reading Teknologi Tepat Guna Sederhana dari Kardus 2023-04-14 Teknologi tepat guna adalah teknologi yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan bahan yang mudah didapatkan dan tidak memerlukan biaya besar. Salah satu teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan adalah teknologi tepat guna sederhana dari kardus. Kardus Sebagai Bahan Tepat Guna Kardus adalah bahan yang terbuat dari kertas yangContinue Reading
SMP Islam Terpadu Permata SMP Islam Terpadu Permata atau yang dikenal dengan Sparta, semakin dikenal masyarakat melalui prestasi peserta didiknya. Baik prestasi akademik maupun nonakademik. Di masa pandemi Covid-19, siswa juga tetap kreatif dan inovatif hingga berhasil meraih prestasi teknologi tepat guna berupa produk hand sanitizer berbahan alami daun kersen dengan mesin sensor otomatis sederhana dari kardus. PRESTASI membanggakan tersebut diraih Tim Pramuka Garuda Sparta dalam lomba Pramuka Giat Prestasi Penggalang yang digelar SMAN 1 Kota Mojokerto, 29 Januari 2022. Pada ajang yang diikuti dari berbagai SMP Se-Mojokerto Raya ini, SMPIT Permata mengirim dua tim pramuka. Yakni regu Rajawali dan regu Anggrek yang masing-masing beranggotakan 10 siswa. Kepala SMPIT Permata Agustin Wahyuningtyas mengungkapkan, masa pandemi membuat kegiatan siswa terbatasi, termasuk dalam kegiatan perlombaaan. Sehingga, digelarnya ajang Pramuka Giat Prestasi Penggalang menjadi kesempatan untuk mengobati rasa rindu peserta didik Sparta untuk berkompetisi. ”Terdapat serangkaian Lomba Giat Prestasi Penggalang, salah satunya ada perlombaan teknologi tepat guna TTG,” paparnya. - KREATIF Regu Rajawali Tim TTG menunjukkan hasil produksi hand sanitizer berbahan dasar daun kersen dan mesin sensor otomatis sederhana dari kardus. Pada perlombaan TTG, siswa SMPIT Permata regu Rajawali membuat hand sanitizer dari bahan alami daun kersen dengan mesin sensor otomatis sederhana dari kardus. Regu tersebut beranggotakan Akmal Fardan Islamay dari kelas 8B serta Raihan Abdurrahman Rasyid dan Zuban Muzammil dari kelas 8A. ”Alhamdulilah, berkat ide yang unik ini membuat sekolah kami mendapatkan Juara 3 Lomba Giat Prestasi Penggalang Se-Mojokerto Raya cabang perlombaan TTG,” paparnya. Menurutnya, keberhasilan regu Rajawali ini tidak diperoleh secara mudah. Mengingat, produk hand sanitizer dibutuhkan waktu dan proses pembuatan yang cukup lama. Dia menjelaskan, awal mula dipilihnya daun kersen sebagai bahan campuran dalam membuat hand sanitizer karena pohon tersebut tumbuh di lahan Yayasan SIT Permata Kota Mojokerto. Selain itu, kandungan saponin, tanin, dan flavonois yang terdapat pada bagian daun kersen juga memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri. ”Sehingga kandungannya cocok sebagai bahan hand sanitizer,” papar Agustin. Proses pembuatan hand sanitizer dimulai dengan memetik daun kersen. Kemudian daun dibersihkan dan diproses pengeringan menggunakan oven dengan suhu tertentu. Setelah kering, daun ditumbuk hingga menjadi serbuk dan dicampur dengan air untuk mendapatkan ekstraknya. Dari ekstrak tersebut, proses berlanjut dengan penyaringan untuk memperoleh hasil yang lebih jernih. Dan, langkah akhir dicampur dengan alkohol dan bahan lainnya hingga menjadi hand sanitizer siap pakai. ”Semua aktivitas membuat hand sanitizer dilakukan di Laboratorium IPA SMPIT Permata,” tandasnya. Tak hanya itu, peserta didik Sparta juga mampu membuat mesin sensor otomatis sederhana dari kardus. Dengan memanfaatkan kardus bekas yang dirangkai dengan alat sensor, alat ini menjadi media untuk menggunakan cairan hand sanitizer otomatis tanpa tombol. ”Cukup dengan gerakan tangan, maka cairan hand sanitiser akan keluar dan langsung menyemprot ke telapak tangan,” ulasnya. Agustin menambahkan, pembuatan produk hand sanitizer dengan bahan alami juga diterapkan seluruh siswa kelas 7 SMPIT Permata. Hanya saja, bahan baku dibuat dari daun sirih dan lemon sebagai bentuk tugas kokurikuler. ”SMPIT Permata Kota Mojokerto tidak hanya memberikan pembelajaran dalam bentuk materi saja, tetapi juga praktik sesuai dengan kebutuhan yang sedang terjadi. Contohnya di masa pandemi kebutuhan hand sanitizer dengan memanfaatkan bahan yang ada di sekitar sekolah,” pungkasnya. ram/ron
“SPEAKER DARI KARDUS” DISUSUN OLEH KELOMPOK III v MITA DAHLIANA v NIA ALFITRIYANI v RAHMAWATI D v ROBY FIRGIANTO v SITI YENA NURAZIZAH v SYIFA YUSRINA v TANTI HUSNUL HULUKI KELAS IB / PENDIDIKAN BIOLOGI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA 2013 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pertumbuhan dan perkembangan teknologi pada saat ini bergerak sangat cepat. Hal ini mengakibatkan tingkat kebutuhan masyarakat akan teknologi menjadi sangat tinggi. Dan dalam rangka meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan teknologi, dibutuhkan teknologi yang bersifat produktif dan efisien. Pada dasarnya dimasyarakat telah berkembang suatu teknologi tradisional atau lebih dikenal dengan “teknologi tepat guna” yang digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. Dan dikalangan muda juga telah berkembang teknologi tepat guna yang mampu menunjang kebutuhan mereka dengan penggunaan teknologi tepat guna yang mudah, murah, dan efisien dalam penggunaanya yang mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah satu teknologi yang dibuat oleh kalangan muda adalah speaker yang dapat meningkatkan suara dari bermacam peralatan elektronik dan dapat dibuat sendiri. B. Rumusan masalah Berdasarkan latar belakang diatas , adapun rumusan masalahnya adalah 1. Apa yang dimaksud dengan teknologi tepat guna ? 2. Apa fungsi dan manfaat teknologi tepat guna ? 3. Apa yang dimaksud speaker ? 4. Bagaimana cara pembuatan speaker dari kardus ? 5. Apa fungsi dari speaker yang terbuat dari kardus ? C. Tujuan Berdasarkan latar belakang dan rumusan makalah diatas adalah, adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui tentang teknologi tepat guna dan salah satu barang teknologi tepat guna yaitu speaker dari kardus. BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Teknologi Tepat Guna Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Teknologi tepat guna adalah suatu alat yang sesuai dengan kebutuhan dan dapat berguna serta sesuai dengan fungsinya. Secara teknis Teknologi Tepat Guna merupakan jembatan antara teknologi tradisional dan teknologi maju. Oleh karena itu aspek-aspek sosio-kultural dan ekonomi juga merupakan dimensi yang harus diperhitungkan dalam mengelola teknologi tepat guna. Dari tujuan yang dikehendaki, teknologi tepat guna haruslah menerapkan metode yang hemat sumber daya, mudah dirawat, dan berdampak polutif minimalis dibandingkan dengan teknologi arus utama, yang pada umumnya beremisi banyak limbah dan mencemari lingkungan. Istilah ini biasanya diterapkan untuk menjelaskan teknologi sederhana yang dianggap cocok bagi negara-negara berkembang atau kawasan perdesaan yang kurang berkembang di negara-negara industri maju. Bentuk dari "teknologi tepat guna" ini biasanya lebih bercirikan solusi "padat karya" daripada "padat modal". Kendati perangkat hemat pekerja juga digunakan, ia bukan berarti berbiaya tinggi atau mahal ongkos perawatan. Pada pelaksanaannya, teknologi tepat guna seringkali dijelaskan sebagai penggunaan teknologi paling sederhana yang dapat mencapai tujuan yang diinginkan secara efektif di suatu tempat tertentu. Di negara maju, istilah teknologi tepat guna memiliki arti yang berlainan, seringkali merujuk pada teknik atau rekayasa yang berpandangan istimewa terhadap ranting-ranting sosial dan lingkungan. B. Fungsi dan Manfaat Teknologi Tepat Guna Fungsi 1. Menghemat biaya, karena tidak membutuhkan banyak biaya. 2. Teknis cukup sederhana untuk dilakukan dan untuk dipelihara. 3. Mempermudah pekerjaan atau pemenuhan akan kebutuhan hidup. Manfaat teknologi tepat guna Teknologi tepat guna mampu meningkatkan taraf hidup serta kesejahteraan masyarakat. Teknologi tepat guna dapat mempermudah dan mempersingkat waktu pekerjaan dan mampu memenuhi kebutuhan. Masyarakat mampu mempelajari, menerapkan, memelihara teknologi tepat guna dalam bebagai kebutuhan Masyarakat bisa lebih cepat memenuhi kebutuhannya karena proses pembuatan teknologi tepat guna bisa dilakukan sendiri. Hasil akan lebih memuaskan, cepat, tepat, hemat. C. Pengertian Speaker Secara umum pengertian speaker adalah perangkat elektronika yang terbuat dari logam dan memiliki membran, kumparan, serta magnet sebagai bagian yang saling melengkapi. Tanpa adanya membran, sebuah speaker tidak akan mengeluarkan bunyi, demikian juga sebaliknya. Fungsi tiap bagian pada speaker saling terkait satu sama lain. Fungsi speaker secara keseluruhan adalah mengubah gelombang listrik dari perangkat penguat audio menjadi gelombang suara atau getaran. Proses pengubahan gelombang elektromagnet menjadi gelombang bunyi tersebut dapat terjadi karena aliran listrik dari penguat audio dialirkan kedalam kumparan dan terkena pengaruh gaya magnet pada speaker, sesuai dengan kuat lemahnya arus listrik yang diterima, maka getaran yang dihasilkan pada membran akan mengikuti dan jadilah gelombang bunyi yang dapat kita dengarkan. Pada umumnya jenis speaker ada tiga macam berdasarkan tinggi rendah bunyi yang dihasilkannya. Speaker dengan keluaran nada rendah biasa disebut woofer, speaker yang menghasilkan bunyi vokal atau nada menengah disebut midrange, sedangkan speaker dengan bunyi keluaran nada tinggi disebut twitter. Speaker yang kita jumpai pada perangkat komputer pada umumnya sudah dilengkapi dengan audio sistem yang ada didalamnya. Sedangkan speaker pada pesawat radio, televisi, dan perangkat lainnya biasanya berupa speaker terpisah. Masalah muncul ketika kebutuhan akan speaker terkendala masalah seperti biaya dan sulitnya akses membeli speaker. Disinilah peran teknologi tepat guna dalam sarana memenuhi kebutuhan digunakan. Kini dengan sedikit modal dan kreatifitas kita sekarang mampu menmbuat sebuah speaker sederhana yang dapat digunakan pada perangkat seperti handphone dan mp3 player. Speaker sederhana ini dapat dibuat menggunakan kardus. D. Cara Pembuatan Speaker dari Kardus 1. Siapkan kardus bekas seperti kardus gulungan tisu. 2. Siapkan gunting dan paku payung. 3. Gunting bagian atas permukaan kardus sesuai bentuk yang diinginkan. 4. Tusuk paku payung di beberapa sisi menyerupai bentuk kaki pada meja. 5. Speaker siap untuk digunakan pada alat yang diinginkan. E. Fungsi dari Speaker yang Terbuat dari Kardus Fungsi dari speaker kardus ini adalah untuk memperbesar volume perangkat yang digunakan dengan speaker kardus. Speaker ini akan meningkatkan volume suara dari perangkat agar lebih besar. Selain fungsi diatas kita juga dapat meningkatkan kemampuan berkreativitas dalam membuat teknologi tepat guna untuk memenuhi kebutuhan kita yang bersifat mudah dibuat, hemat biaya, dan dapat dibuat sesuai keinginan sendiri. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Teknologi tepat guna merupakan teknologi yang telah ada dan berkembang di masyarakat. Sebelum menggunakan teknologi tepat guna ada baiknya kita menentukan fungsi dan manfaat dari teknologi tepat guna agar sesuai dengan kebutuhan yang akan dipenuhi. Sehingga penggunaan teknologi tersebut dapat dirasakan manfaatnya secara maksimal. Speaker sebagai sarana peningkat suara dari suatu perangkat merupakan salah satu aplikasi dari teknologi tepat guna. Ketika kebutuhan akan speaker menjadi kendala sendiri, kita dapat memanfaatkan kreativitas kita untuk membuat speaker yang sesuai dengan keinginan kita sendiri, hemat biaya, dan mudah di buat. B. Saran Teknologi tepat guna apabila dapat dimanfaatkan dengan baik maka akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat tidak hanya dalam memenuhi kebutuhaan tetapi juga sebagai sarana untuk mengasah kreativitas. DAFTAR PUSTAKA
teknologi tepat guna sederhana dari kardus